Peraturan Pembatasan Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Setujui

Peraturan Pembatasan Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Setujui

Peraturan Pembatasan Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Setujui – Dewan Syura Arab Saudi, selaku badan penasehat pemerintah Saudi, telah memilih untuk menyetujui peraturan terbaru. Dimana diperaturan ini akan membahas tentang pembatasan pernikahan bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Peraturan Pembatasan Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Setujui

Secara khusus, dewan penasihat telah memilih untuk mendukung pelarangan pernikahan yang melibatkan anak-anak dengan usia dibawah 15 tahun. Namun, untuk sementara ini masih terdapat beberapa pengecualian yang masih dapat dibuat untuk mereka yang akan melakukan pernikahan pada saat berusia antara 15-18 tahun. Dewan penasihat tersebut mengkonfirmasi dalam serangkaian tweet pada hari Rabu.

Sekitar satu dari lima wanita muda asal daerah Timur Tengah dan Afrika Utara telah menikah di bawah usia 18 tahun. Dimana dalam kasus ini terdapat gadis dengan satu dari 25 gadis menikah sebelum ulang tahun ke 15 mereka, menurut laporan 2018 dari UNICEF.

Beberapa anggota dewan secara terbuka memuji hasil pemungutan suara hari Rabu. Mereka berterima kasih kepada dewan penasihat lainnya karena telah membantu mereka dalam membuat rekomendasi untuk menerapkan usia minimum untuk menikah. Hal ini merupakan sesuatu yang belum dimiliki kerajaan Teluk.

Latifa al-Shaalan, adalah salah satu anggota dewan penasihat perempuan, yang mengatakan bahwa keputusan ini merupakan salah satu langkah maju yang sangat baik, meskipun dalam hal penerapannya akan sangat sulit dicapai sepenuhnya.

Pendapat pribadi ini menyatakan bahwa, di Kerajaan Arab Saudi kami dengan cepat akan mendekati penerapan sistem hukum yang akan mencegah pernikahan bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Dirinya percaya bahwa hal ini akan terjadi suatu hari .

Sebuah langkah ke arah yang benar?

Saat sementara beberapa dewan dan organisasi di Arab Saudi memuji suara positif, beberapa organisasi hak asasi manusia menunjukkan bahwa masih ada jalan panjang sebelum kerajaan dapat melihat perubahan besar ini.

Mereka Berbicara kepada kami, bahwa peneliti Human Rights Watch Timur Tengah Adam Coogle mengatakan pemungutan suara dewan menandai langkah ke arah yang benar, tetapi menyoroti bahwa langkah ini masih tidak cukup.

Sangat penting untuk diperhatikan bahwa keputusan dewan syura hanya bersifat nasehat, tidak ada perubahan sampai kabinet menyetujui regulasi baru ini.

Tapi Anda bisa mengatakan ini secara simbolis merupakan langkah kecil dari sebuah negara berbentuk kerajaan ke arah yang benar. Selain itu juga, hal ini menunjukkan ada kemauan politik di pihak Saudi untuk membuat beberapa langkah kecil di area ini.

Namun, jika kita membandingkan kerajaan Arab Saudi dengan negara lain, peraturan perlindungan serupa tentang pernikahan mereka yang berusia antara 15-18 tahun, Coogle mengatakan prospeknya tetap cukup negatif.

Mereka tidak terbukti efektif selama bertahun-tahun, katanya. Karena negara dalam perkawinan anak ini cenderung tidak diperlakukan sebagai kasus luar biasa dan lebih mudah disetujui oleh hakim atau pengadilan (tergantung negaranya).

Heather Hamilton, seorang wakil direktur organisasi Girls Not Brides, menggemakan sentimen Coogle. Mereka dengan mengatakan peraturan itu hanya “jauh sekali dari perubahan yang diperlukan untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia ini”.

Di samping undang-undang baru, perubahan sikap terhadap pernikahan anak juga diperlukan, kata Hamilton dalam sebuah pernyataan kepada Euronews.

Meskipun undang-undang dan kebijakan penting dalam mencegah pernikahan anak, kami juga perlu mengubah sikap yang membuat pernikahan anak dapat diterima sejak awal, katanya.

Hal Itu berarti bekerja dengan komunitas, orang tua, dan anak perempuan itu sendiri sangat pentin. Hal ini berarti akan memperluas akses anak perempuan ke pendidikan dan layanan dan memberdayakan mereka sehingga mereka dapat memilih jika, kapan dan dengan siapa mereka menikah.”

Reaksi dari penduduk Saudi

Berita pemungutan suara dewan tersebut memicu percakapan besar di antara orang-orang Saudi di media sosial. Banyak di antara mereka terus positif terhadap peraturan yang diusulkan. Pengacara Saudi Nayef al-Mansi tweeted bahwa pemungutan suara adalah langkah besar menuju standardisasi.

Banyak pengguna Saudi lainnya yang bergabung dalam percakapan mulai menggunakan hashtag khusus ini العمر_المناسب_للزواج # “, yang dalam bahasa Inggris berarti usia yang sesuai untuk menikah.

Seorang pengguna mengatakan dia percaya pernikahan umumnya harus terjadi ketika orang mencapai usia 25 hingga 27 tahun.

Beberapa pengguna mengatakan bahwa mereka yakin usia harus berbeda antara pria dan wanita, tetapi harus berusia di atas 18 tahun.

Pengguna Twitter berikut menyarankan wanita harus berusia 18 tahun ke atas, sedangkan pria harus menikah sejak usia 26 tahun.

Namun, sejumlah besar pengguna media sosial Saudi mengabaikan aturan seputar usia sepenuhnya. Mereka memilih untuk lebih fokus pada pasangan yang dapat memilih pasangan mereka sendiri dan memutuskan sendiri ketika mereka siap untuk menikah.

Mahasiswa kedokteran gigi yang berbasis di Jeddah, Noor Mohammed, mengatakan seseorang harus diizinkan menikah jika Anda menemukan orang yang tepat.

Sentimen ini terus digaungkan dengan banyak orang Saudi di Twitter, yang mengatakan pernikahan adalah tentang bermitra dengan orang yang tepat, kapan, dan jika, mereka siap.

Peraturan Pembatasan Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Setujui

Sedikit Fakta Tentang Pernikahan Dibawah Umur

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pihak otoritas umum Arab Saudi. Perihal untuk statistik mengungkapkan tokoh-tokoh penting yang mencerminkan sejumlah karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kerajaan.

Salah satu hasil yang paling menarik dari survei tersebut adalah fakta bahwa mayoritas pria Saudi lebih memilih menikah pada usia 25,3 tahun. Sedangkan, rata-rata usia wanita Arab Saudi ingin menikah pertama kalinya pada saat mereka mulai menginjak umur 21 tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita asal Arab Saudi yang akan melaksanakan sebuah pernikahan pada usia dini, jika mereka secara terpaksa melakukan karena dorongan orang tuanya. Hasil penelitian juga menunjukan, bawah mereka yang sudah menikah saat usia dini, saat ini telah cerai. Parahnya telah menjadi seorang janda. Berdasarkan data mereka yang pertama kali menikah sebelum usia 20 tahun berjumlah 46 persen.

Menurut statistic dari hasil penelitian, dari setiap 100 wanita Saudi yang telah melaksanakan pernikahan. Terdapat 46 wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun.

Di sisi lain, hasil survey ini juga menunjukkan bahwa pada saat seorang wanita Saudi berusia 32 tahun, peluangnya untuk menikah menjadi sangat kecil. Hal ini membuat Kategori wanita Saudi yang berusia 32 tahun dan belum menikah, sangatlah kecil. Mereka yang berusia 32 tahun dan belum menikah hanya sebesar 2,95 persen.

Berdasarkan angka tersebut, menurut statistik, proporsi yang belum menikah mencapai 10,3 persen. Artinya, dari 10 perempuan berusia 15 tahun ke atas yang belum pernah menikah, terdapat satu perempuan yang mencapai usia 32 tahun dan belum menikah.

Menurut data sebelumnya, terdapat 230.512 wanita Saudi yang tidak menikah dari 2.237.983 wanita Saudi (2,24 juta) berusia 15 tahun ke atas yang belum pernah menikah.